Pameran tunggal I Wayan Budiarta

4 Nop – 31 Des 2017 di TiTian Art Space
Jl. Bisma 88 Ubud

Open House
Sabtu, 4 Nopember 2017
9.00 – 17.00

I WAYAN BUDIARTA (Lahir di Batuan,1993)

50% adalah keadaan yang mendekati 100% (full) atau malah menjauhinya. Sebuah gelas berisi 50% air didalamnya bisa dikatakan setengah penuh atau setengah kosong, tergantung kita melihatnya.

Pameran ini adalah setengah jalan dari pelukis menuju jati diri yang ingin dicapai. Pameran ini menunjukan proses pencarian itu, dengan tujuan yang masih bisa ke berbagai arah. Bersama menyaksikannya dan bersama kita menebak akhirnya.

Seperti menyajikan   keragu-raguan ketika melihat persimpangan jalan, dimana ada hal menarik di setiap belokan. Memang benar seribu jalan menuju Roma, tapi setiap jalan menyajikan pengalaman yang berbeda. Haruskah mencoba setiap jalan? atau hanya fokus pada tujuannya? atau bahkan haruskah kita ke Roma? ketika dalam perjalanan kita menemukan tujuan lain yang lebih indah. Sementara bertanya, kita masih tetap bingung memilih jalan.

50%” adalah sebuah batas, seperti tembok tinggi yang harus dilompati atau malah didobrak, bukan malah menghalangi. Tapi hasilnya bisa kita lihat nanti.

Apa yang pelukis kembangkan? Dan apa yang pelukis ciptakan? Ketika kita semua berkata berbeda, bukankah kita menjadi sama, karena kita sama-sama berbeda?

Baik – buruk, kiri – kanan, atas – bawah, rwa bhineda, keseimbangan, keraguan, sudut pandang dan segala hal. Ketika kita mempunyai pemikiran 50% atas satu hal, maka banyak hal lain yang bisa mematahkan, mendukung atau apalah itu dengan porsi masing-masing 50%, intinya setiap argumentasi punya porsi sama kuat. Karena ini merupakan pemikiran jangan batasi hanya dengan 100% saja.

Mungkin disini Baik dan Buruk akan punya tema yang bernama I Don’t Care. Atas dan Bawah akan bersekutu melawan Tengah. Atau sekedar pemikiran umum yang biasa terjadi.

Yang terlihat, “50%” menampilkan karya kontemporer yang menggabungkan lukisan tradisional Batuan dan modern, is it that simple?

 

PAMERAN:

Pameran bersama pelukis Tradisional Batuan, “TAKSU BATUAN, an inspired Village Tradition,” Art Museum Batuan, Bali (2012)

Pameran bersama Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan dan peluncuran buku “Inventing Art – The Painting of Batuan Bali,” Museum ARMA, Ubud, Bali (2012)

Pameran bersama Perkumpulan Pelukis Baturulangun Batuan, “Modern-Traditional Balinese Painting Exhibition,” Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali (2013)

Pameran bersama, “New Generation of Batuan Painting Exhibition,” Museum ARMA, Ubud, Bali (2015)

Pameran bersama, “Rwa Bhineda, the Art of Opposites,” Bentara Budaya Bali dan Titian Art Space, Ubud, Bali (2016)

Pameran Bersama, “Neo Pitamaha a brutal contrast of concrete and Kamasan painting,” Rudolf Bonnet House, Ubud, Bali (2016)

Pameran Tunggal, “50%,” Titian Art Space, Ubud, Bali (2017)